Banjarmasin Darurat Sampah, Yamin Minta Warga Kurangi Plastik dan Mulai Pilah Sampah

Kegiatan apel dan gotong royong membersihkan lingkungan di kawasan Pasar Sentra Antasari

infobanjarmasin.com, BANJARMASIN – Persoalan sampah masih menjadi tantangan serius bagi Kota Banjarmasin.

Pemerintah kota (Pemko) pun terus mendorong perubahan perilaku masyarakat agar pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada tempat pembuangan akhir, melainkan dimulai dari rumah tangga.

Read More

Upaya tersebut terlihat dalam kegiatan apel dan gotong royong (korve) yang dilaksanakan di kawasan Pasar Sentra Antasari, Banjarmasin, Senin (9/3/2026) pagi.

Kegiatan ini menjadi bagian dari Gerakan Indonesia Asri yang digagas pemerintah pusat sekaligus momentum untuk memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Kegiatan tersebut juga berkaitan dengan kunjungan kerja Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH-BPLH) ke Kalimantan Selatan pada 8–11 Maret 2026.

Dalam kunjungan ini, pemerintah pusat melakukan pemantauan terhadap pengelolaan sampah di sejumlah daerah, termasuk meninjau fasilitas TPS 3R dan tempat pemrosesan akhir.

Adapun kegiatan ini dipimpin langsung oleh Inspektur Utama Kementerian Lingkungan Hidup, Komjen Pol. Winarto.

Ia menyampaikan bahwa kegiatan korvei yang dilaksanakan di berbagai daerah merupakan bagian dari gerakan nasional untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.

“Kegiatan korvei hari ini merupakan bagian dari gerakan nasional Indonesia Asri yang merupakan arahan langsung dari Presiden. Gerakan ini dilaksanakan serentak untuk mengajak seluruh elemen masyarakat terlibat dalam menjaga lingkungan,” katanya.

Ia menilai keberhasilan pengelolaan lingkungan sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah dan masyarakat.

“Program kebersihan akan berjalan efektif apabila kebiasaan mengelola sampah telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga,” lanjutnya.

Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin H. Muhammad Yamin HR menilai kehadiran jajaran kementerian tetap menjadi sinyal kuat bahwa persoalan lingkungan mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat.

“Ini menunjukkan bahwa persoalan sampah merupakan perhatian serius pemerintah pusat yang harus kita tindaklanjuti di daerah,” ucapnya.

Ia menegaskan, penanganan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pengangkutan ke tempat pembuangan akhir.

Menurutnya, perubahan pola pikir masyarakat menjadi langkah penting agar pengelolaan sampah dapat dimulai dari sumbernya.

“Pemko terus mengedukasi masyarakat agar mulai membiasakan memilah sampah dan mengurangi penggunaan plastik dalam berbagai pertemuan dengan warga, dan juga isu pengelolaan sampah selalu menjadi salah satu pesan utama yang disampaikan,” bebernya.

Sebagai bagian dari strategi tersebut, Pemkot Banjarmasin juga memperkuat berbagai program pendukung.

Di antaranya dengan memperluas peran bank sampah, meningkatkan kapasitas TPS 3R, serta membentuk agen pengelolaan sampah di tingkat RT yang bertugas mengedukasi warga mengenai pemilahan dan pengolahan sampah.

“Perubahan kebiasaan masyarakat memang tidak dapat terjadi secara instan,” imbuhnya.

Namun, lanjutnya dengan konsistensi kebijakan serta dukungan masyarakat, persoalan sampah dapat diatasi secara bertahap.

“Kami sadar mengubah kebiasaan masyarakat tidak bisa cepat, tetapi kalau dimulai dari rumah masing-masing, melalui RT, bank sampah, dan TPS 3R yang diperkuat, maka persoalan sampah di Banjarmasin perlahan bisa teratasi,” jelasnya.

Langkah tersebut juga diterapkan di lingkungan Pemko Banjarmasin, dimana ASN diwajibkan ASN untuk mulai mengelola sampah dari sumbernya.

Bahkan, kepatuhan terhadap kebijakan tersebut dapat memengaruhi penilaian kinerja pegawai.

“Kebijakan tersebut diharapkan menjadi contoh bagi masyarakat luas, mengingat jumlah ASN di lingkungan Pemko Banjarmasin mencapai sekitar enam hingga tujuh ribu orang,” harapnya.

Di sisi lain, Pemko juga menghadapi tantangan dalam pengelolaan tempat pemrosesan akhir.

Saat ini, TPA Basirih masih dalam tahap penanganan sehingga sementara waktu sebagian sampah Banjarmasin dialihkan ke TPA Banjarbakula yang berada di wilayah Banjar–Batola.

“Kondisi ini membuat pemerintah semakin mendorong pengurangan sampah sejak dari sumbernya agar volume sampah yang dibuang ke TPA dapat ditekan,” tukasnya.

Adapun kegiatan apel dan gotong royong tersebut turut dihadiri Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya Beracun Kementerian Lingkungan Hidup Hanifah Dwi Nirwana, serta seluruh aparatur sipil negara di lingkungan Pemko  Banjarmasin.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *