Sahur di Rusun Ganda Magfirah, Yamin Dengarkan Keluhan Warga dan Minta Dinas Bergerak Cepat

Wali Kota Muhammad Yamin HR bersama warga saat kegiatan sahur bersama di Rumah Susun Ganda Magfirah, Banjarmasin

infobanjarmasin.com, BANJARMASIN – Suasana sahur di Rumah Susun Ganda Magfirah, Kota Banjarmasin, Selasa (10/3/2026) dini hari, terasa berbeda dari biasanya.

Wali Kota Banjarmasin H. Muhammad Yamin HR datang langsung menyapa warga dan duduk bersama mereka dalam kegiatan sahur bersama usai mengikuti agenda sahur on the road.

Read More

Kehadiran kepala daerah tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi warga untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi di lingkungan tempat tinggalnya.

Kunjungan itu berlangsung dalam suasana hangat Ramadan. Warga rusun tampak antusias menyambut kedatangan wali kota yang datang bersama sejumlah kepala dinas dari lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin.

Turut hadir di antaranya perwakilan dari Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, serta Dinas Perumahan dan Permukiman yang ikut mendengarkan langsung berbagai aspirasi warga.

Dalam dialog yang berlangsung terbuka, warga menyampaikan sejumlah keluhan terkait kondisi fasilitas lingkungan.

Beberapa di antaranya menyangkut mushola yang memerlukan perbaikan, lampu penerangan yang mulai redup, serta pagar bangunan yang mengalami kerusakan.

Menanggapi hal tersebut, Yamin langsung meminta jajaran dinas terkait untuk segera menindaklanjuti berbagai persoalan yang disampaikan warga.

Ia menegaskan bahwa permasalahan fasilitas dasar tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.

“Masalah mushola ini tolong benar-benar diperhatikan. Kendalanya apa segera dicari solusinya. Begitu juga lampu yang redup dan pagar yang rembes, jangan dibiarkan. Saya minta dinas terkait bergerak cepat. Kalau dalam sebulan tidak ada perubahan, lebih baik mundur saja dari jabatan,” tegas Yamin di hadapan warga dan para kepala dinas.

Selain membahas kondisi fasilitas rusun, wali kota juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap pendidikan anak-anak yang tinggal di lingkungan tersebut.

“Saya meminta Dinas Pendidikan menyiapkan program pembelajaran tambahan, termasuk penguatan kemampuan bahasa asing agar anak-anak memiliki bekal menghadapi masa depan,” jelasnya.

Menurutnya, anak-anak yang tinggal di rumah susun tetap harus memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang seperti anak-anak lainnya.

Karena itu, pemko berupaya mendorong program pendidikan tambahan, termasuk peluang beasiswa bagi mereka yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

“Anak-anak di rusun ini harus punya kesempatan yang sama. Kita dorong mereka belajar bahasa Arab, bahasa Inggris, atau keterampilan lain. Kalau ada yang sudah kelas tiga SMA dan ingin kuliah, kita siapkan jalur beasiswa. Jangan sampai mereka kehilangan masa depan hanya karena keterbatasan ekonomi,” ujarnya.

Secara tidak langsung, kondisi rumah susun yang dihuni masyarakat dari berbagai latar belakang ekonomi menengah ke bawah menjadi tantangan bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup warganya.

Namun di sisi lain, perhatian langsung pemerintah membuka peluang perbaikan melalui program sosial, peningkatan fasilitas lingkungan, serta dukungan pendidikan yang lebih terarah.

Salah seorang warga rusun mengaku merasa senang dengan kehadiran wali kota yang datang langsung melihat kondisi tempat tinggal mereka. Ia menilai kunjungan tersebut membuat warga merasa diperhatikan oleh pemerintah.

“Alhamdulillah Pak Wali Kota datang langsung ke sini. Kami merasa senang karena keluhan kami bisa didengar,” ucapnya.

Ia pun berharap kunjungan seperti ini bisa sering dilakukan supaya kondisi rusun semakin baik seiring dengan kebutuhan warga juga diperhatikan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *