infobanjarmasin.com, BANJAR – Pemerintah Kabupaten (pemkab) Banjar memastikan Jembatan Aramco di Kecamatan Pengaron masih dapat dilalui masyarakat meski mengalami penurunan pada bagian pondasi.
Saat ini pemerintah daerah tengah menyiapkan langkah penanganan dengan merampungkan perencanaan teknis sebelum dilakukan perbaikan fisik.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Banjar, Anna Rosida Santi melalui Kepala Bidang Bina Marga Jimmy, mengatakan pihaknya telah meminta konsultan perencana untuk segera memaparkan hasil kajian teknis terkait penanganan jembatan tersebut.
“Kami meminta konsultan perencana melakukan ekspose hasil perencanaannya, hasil tersebut nantinya menjadi dasar pelaksanaan penanganan fisik di lapangan,” ujarnya, Minggu (15/3).
Jimmy menjelaskan, dari hasil pemeriksaan tim teknis di lapangan diketahui bahwa pondasi jembatan mengalami penurunan sekitar 20 sentimeter. Kondisi tersebut dipicu oleh gerusan arus sungai saat banjir yang terjadi pada awal tahun 2026.
“Tapi dipastikan struktur utama jembatan yang berbahan baja masih dalam kondisi baik dan tidak mengalami kerusakan,” jelasnya.
Ia menambahkan, sejak awal terdeteksi adanya perubahan kondisi pada pondasi jembatan, pihaknya langsung melakukan sejumlah langkah antisipasi.
“Di antaranya melakukan kajian teknis, penyelidikan kondisi tanah di sekitar lokasi, hingga memasang rambu peringatan bagi pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut,” sebutnya.
Selain memantau kondisi jembatan, pemerintah daerah juga melakukan pengawasan terhadap titik longsor pada ruas Jalan Pengaron–Kertak Empat yang berada tidak jauh dari lokasi.
“Langkah ini dilakukan agar penanganan yang disiapkan nantinya dapat mencakup keseluruhan kondisi infrastruktur di kawasan tersebut,” ungkapnya.
Berdasarkan estimasi awal hasil asesmen teknis, kebutuhan anggaran untuk perbaikan pondasi jembatan diperkirakan mencapai sekitar Rp4 hingga Rp5 miliar.
“Namun dengan mempertimbangkan tahapan perencanaan pembangunan serta ketersediaan anggaran, pekerjaan fisik jembatan direncanakan akan diusulkan melalui program pembangunan daerah pada APBD Tahun 2027,” bebernya.
Sementara itu, Plt Camat Pengaron Heryanto mengatakan pihak kecamatan bersama pemerintah desa juga sedang mengkaji kemungkinan penggunaan jalur alternatif melalui jalan desa di wilayah Kertak Empat.
Jalur tersebut dipertimbangkan sebagai opsi tambahan akses transportasi masyarakat, khususnya bagi kendaraan tertentu.
“Sudah dipasangi rambu. Untuk angkutan berat juga sudah dialihkan lewat jalan Desa Kertak Empat,” katanya.
Ia pun mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat melintas di kawasan tersebut serta mematuhi rambu-rambu yang telah dipasang.
“Pembatasan muatan kendaraan, terutama bagi angkutan berat, juga diharapkan dapat membantu menjaga kondisi jembatan hingga proses penanganan dilakukan,” harapnya.
Terakhir, ia menegaskan bahwa setiap langkah perbaikan infrastruktur akan dilaksanakan berdasarkan kajian teknis yang matang agar solusi yang diambil mampu memberikan keamanan dan keberlanjutan bagi masyarakat dalam jangka panjang. (Infopublik)





