infobanjarmasin.com, BALANGAN – Daya tarik Gunung Hauk sebagai salah satu destinasi pendakian favorit di Kalimantan Selatan (Kalsel) semakin terlihat saat libur Lebaran.
Gunung dengan ketinggian sekitar 1.325 meter di atas permukaan laut itu kembali dipadati pendaki yang ingin menikmati panorama alamnya.
Terletak di wilayah Kabupaten Balangan, gunung yang dikenal sebagai “atap Balangan” ini menawarkan sejumlah jalur pendakian.
Salah satu jalur yang cukup populer berada di Desa Ajung. Melalui jalur tersebut, para pendaki dapat mencapai puncak dalam waktu kurang lebih empat jam perjalanan.
Selain pemandangan di puncak, kawasan gunung ini juga memiliki beberapa spot yang kerap menjadi favorit pengunjung.
Di antaranya Camp Kayu Habang yang dipenuhi pepohonan dengan batang kemerahan sehingga menciptakan suasana unik.
Ada pula Batu Kingkong, formasi batu alam yang bentuknya menyerupai sosok gorila raksasa, serta kawasan Hambal Lumut yang menyuguhkan hamparan lumut hijau menyerupai karpet alami.
Ketua Pokdarwis Karang Bintang Desa Ajung, Inai, mengatakan minat pendaki ke Gunung Hauk meningkat selama masa libur Lebaran.
Ia menyebutkan bahwa dalam kurun waktu lima hari, yakni 21 hingga 25 Maret 2026, jumlah pengunjung mencapai sekitar 900 orang.
“Setelah libur Hari Raya, kunjungan semakin meningkat. Pada 28 Maret kemarin ada sekitar 34 orang dari Kalimantan Timur, sedangkan sebagian besar lainnya masih berasal dari Kalimantan Selatan,” ujar Inai, Selasa (31/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa tarif pendakian hingga saat ini masih tetap terjangkau bagi wisatawan.
“Untuk tarif masih seperti sebelumnya, registrasi Rp25 ribu per orang, Rp10 ribu untuk motor, dan Rp25 ribu untuk mobil,” jelasnya.
Menurut Inai, meningkatnya jumlah pengunjung menjadi tantangan bagi pengelola untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan serta fasilitas pendukung bagi para pendaki.
“pihak kami akan terus berupaya memperbaiki fasilitas agar wisatawan merasa aman dan nyaman saat menikmati keindahan Gunung Hauk,” tegasnya.
Di sisi lain, ia juga mengingatkan para pendaki agar ikut menjaga kelestarian lingkungan.
“Kami berharap pengunjung bisa lebih bijak dalam mengelola sampah. Jangan sampai keindahan alam Gunung Hauk rusak akibat ulah kita sendiri,” pungkasnya.






