infobanjarmasin.com, HULU SUNGAI UTARA – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banjarmasin melalui Pos SAR Tabalong resmi menggelar operasi pencarian terhadap seorang lansia yang dilaporkan hilang dan diduga tenggelam di aliran sungai wilayah Kecamatan Haur Gading, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan.
Peristiwa tersebut bermula pada Rabu (01/04) sekitar pukul 17.30 WITA. Berdasarkan informasi yang diterima, pihak keluarga yang datang ke rumah korban, Hj. Sawasa (79), tidak menemukan korban berada di dalam rumah sebagaimana biasanya.
Keluarga bersama warga sekitar kemudian melakukan pencarian mandiri di sekitar rumah hingga ke bantaran sungai. Dugaan bahwa korban terjatuh ke sungai semakin menguat setelah warga menemukan sejumlah barang milik korban berupa tongkat dan kain dalaman jilbab di tepi sungai.
Meski warga telah melakukan penyisiran awal di sepanjang aliran sungai, korban belum berhasil ditemukan. Informasi tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak berwenang untuk penanganan lebih lanjut.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Basarnas Banjarmasin pada pukul 22.30 WITA langsung memberangkatkan satu tim rescue dari Pos SAR Tabalong yang terdiri dari lima personel menuju lokasi kejadian.
Tim diberangkatkan menggunakan unit Rescue Car Hilux dengan membawa berbagai perlengkapan evakuasi untuk mendukung proses pencarian.
Operasi SAR ini juga melibatkan sejumlah unsur potensi SAR lainnya, di antaranya BPBD Kabupaten Hulu Sungai Utara, Komunitas Gabungan Emergency (KGE), Relawan APS, TRT Tapin, serta warga setempat.
Dalam operasi tersebut, tim dilengkapi berbagai peralatan SAR seperti perahu karet (rubber boat) yang dilengkapi mesin motor tempel, alat komunikasi, serta satu set peralatan water rescue untuk melakukan penyisiran di perairan.
Kepala Kantor Basarnas Banjarmasin selaku SAR Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana, menyampaikan bahwa tim SAR gabungan saat ini tengah melakukan koordinasi di lapangan guna menentukan titik awal pencarian berdasarkan lokasi ditemukannya barang milik korban.
Ia mengatakan bahwa fokus utama tim adalah melakukan penyisiran permukaan di sekitar lokasi penemuan barang bukti.
“Kami telah menginstruksikan tim di lapangan untuk segera berkoordinasi dengan seluruh unsur potensi SAR yang sudah berada di lokasi. Fokus utama pencarian adalah penyisiran permukaan di sekitar titik ditemukannya barang milik korban,” ujar I Putu Sudayana.
Ia juga menambahkan bahwa faktor usia korban menjadi perhatian penting dalam proses pencarian sehingga kecepatan dan ketepatan informasi sangat dibutuhkan.
Menurutnya, kondisi cuaca di lokasi kejadian saat ini terpantau gerimis, namun hal tersebut tidak mengurangi semangat tim SAR untuk terus melakukan pencarian secara maksimal.
“Saat ini kondisi di lapangan terpantau gerimis, namun hal itu tidak menyurutkan semangat tim untuk melakukan pencarian maksimal. Kami juga mengimbau masyarakat yang beraktivitas di sekitar sungai agar tetap waspada dan segera melaporkan apabila melihat tanda-tanda keberadaan korban,” tambahnya.
Ia juga memohon dukungan doa dari masyarakat agar korban dapat segera ditemukan.
Hingga berita ini diturunkan, korban masih berstatus dalam pencarian. Tim SAR gabungan masih bersiaga di lokasi kejadian dan akan terus melanjutkan proses penyisiran, meskipun pencarian di malam hari terkendala jarak pandang yang terbatas serta kondisi cuaca yang kurang bersahabat.
Perkembangan selanjutnya akan disampaikan secara berkala seiring dengan berlangsungnya operasi pencarian di lapangan.






