Connect with us

infobanjarmasin.com

Senior Pemadam di Banjarmasin, Imbau Tegas Anggotanya Dalam Bertugas!

Published

on

Untung Noor, Senior Pemadam di Banjarmasin. (Foto: Ilh/infobanjarmasin.com)

infobanjarmasin.com, BANJARMASIN – Seiring terjadinya insiden kecelakaan yang melibatkan armada BPK/PMK di Kota Banjarmasin, hingga menyebabkan pengendara sepeda motor meninggal dunia beberapa waktu lalu.

Menanggapi hal itu, Untung Noor (67), Ketua Relawan PMK Penjelajah Banjarmasin, dengan tegas memberikan pembinaan dan arahan kepada para anggotanya.

“Kai himbau kepada anggota kai, khusus anggota penjelajah untuk selalu sefty diri dalam bertugas. Selalu utamakan keselamatan diri sendiri, anda selamat masyarakat juga selamat,” ujar kai Untung, sebutan akrabnya, Kamis (07/04/22).

Menurut Ketua PMK Penjelajah itu, di Banjarmasin ini sangat rawan terjadi kebakaran. Sebab, misi damkar sangat ini sangat penting dalam upaya pencegahan hal tersebut.

“Terhitung dari awal 3 hari ramadhan ini aja sudah 2 kali terjadi kebakaran, maka dari itu peran damkar sangat penting,” katanya.

Lagi-lagi, ia menghimbau tak hanya pada anggotanya. Namun, ia juga turut mengimbau kepada semua relawan BPK/PMK dan Damkar di Kota Banjarmasin, untuk selalu berhati-hati dalam menjalankan tugas.

“Kita ini negara hukum, jadi harus selalu taat dalam berlalu lintas. Para ketua juga harus lebih selektif dalam memilih anggota, disarankan anggotanya harus memiliki KTP, dan khusus driver juga harus mempunyai SIM,” terang Untung.

“Guna keselamatan penggunaan jalan juga harus mengetahui hal tersebut. Kalo ada terdengar Sirene pemadam, agar menepi dulu, beri kami jalan. Agar kita sama-sama selamat, menghindari masalah di jalan (insiden),” sambungnya.

Ia menyebut, BPK/PMK di Banjarmasin saat ini ada dibawah naungan Damkar, yaitu Pemko Banjarmasin. Dikatakannya demikian, karena pembinaan dan sosialisasi saat ini dipegang oleh Pemko.

“Sekarang pemadam kita di Kota Banjarmasin terbagi 5 kecamatan. Kita ada namanya BPK/PMK dan Damkar, Damkar ini adalah orang tua kita, termasuk orang tua kai,” ucapnya.

Disebutkannya, niat para anggota ini sangat baik. Namun, seiring adanya insiden yang terjadi beberapa waktu lalu, hanya karena itu semua nama damkar menjadi terpencilkan.

“Semuanya adalah saudara kai, nawaitu semuanya baik. Namanya BPK setiap ada kebakaran pasti laju, setidaknya harus ada pemahaman juga oleh masyarakat,” katanya.

Demikian begitu, karena penggunaan jalan raya merupakan milik seksama. Terjadinya insiden pun, menjadi urusan dan tanggung pribadi.

“Kalo ada insiden pasti kita berurusan dengan badan hukum, negara kita negara hukum. Tolong diikuti saran kai,” bebernya.

Saat ditanya masalah pembagian zonasi wilayah per Kecamatan, Untung menjawab tidak setuju dengan hal tersebut. Ia setuju apabila pembagian dibagi pada akses penyebrangan sungai Martapura.

“Di Banjarmasin ada 7 jembatan penyeberangan akses sungai. Kai harapkan pembagian zonasi bisa melalui hal berikut, sebab saat ini kita rawan terjadi bencana kebakaran,” jelasnya.

Kata dia, pendapat yang ia utarakan itu, karena sekitar 2 tahun terakhir, sosialisasi sudah sering terlaksana dari Polda dan Polresta (Kepolisian) dan hasilnya demikian.

“Tetapi sosialisasi itu terlaksana sebelum kecelakaan, setelah kecelakaan ini jarang kita ada sosialisasi. Kalau dulu kita sudah sering dilakukan pembinaan, hingga ke walikota,” paparnya.

Ia sangat berharap, semoga hal berikut dapat menjadi solusi setelah kejadian-kejadian yang terjadi, terlibat adanya kasus yang melibatkan BPK/PMK di Banjarmasin.

“Kalo terlaksana juga hal itu, pemerintah juga harus tegas, yang namanya unit damkar pasti ada kelayakan pada unit armadanya. Dulu sebelum Walikota pak Ibnu Sina, kami sering dikasih uang (uang tahunan) sebagai operasional kami,” ujar Kai.

“Mohon maaf pak Ibnu Sina, saya bukan menyinggung, bagi saya bapak terbaik. Dulu dari walikota pak Yudhi Wahyuni sampai pak Muhidin jadi Walikota kami sering dapat uang tahunan itu (uang hibah). Sekarang bergantinya pemimpin, uang itu tidak ada lagi,” jelasnya.

Masih dijelaskan Untung, hingga saat ini uang hibah tersebut, tak pernah lahir lagi. Dengan ada itu para pemadam pun juga mudah untuk disusun dalam menerapkan peraturan pembagian per zonasi wilayah.

Selain itu, pemerintah juga salah dinilai Untung dalam melakukan sosialisasi pembinaan. Menurutnya, setiap sosialisasi itu hendaknya anggota senior yang menghadiri, lalu hasilnya disampaikan kepada anggota muda.

“Ini biasa rapat, yang mehandiri anak muda yang belum punya KTP. Kalo bisa yang lebih tua lah, pastinya Ketua dan Danton lapangan. Karena mereka lebih tahu peran di lapangan itu bagaimana,” katanya.

Lanjut Untung berharap, agar permasalahan BPK/PMK di Kota Banjarmasin dapat menemukan solusi yang lebih baik.

“Kai banyak-banyak minta maaf, kalo ada salah kata dalam penyampaian. Bukan menyinggung cuma sedikit memberikan masukan,” tutup Senior pemadam di Banjarmasin itu.

Perlu diketahui, ketua relawan PMK yang beralamat di Jalan Bumi Mas Raya, Komplek Bumi Pertiwi Banjarmasin itu, sudah terlahir sebagai anggota damkar Swasta yang diikutinya sejak tahun 1994.

Berkembang, di tahun 2004 ia mendirikan pemadam swasta miliknya sendiri. Menjenjang tahun organisasi pemadamnya tersebut dikenal luas dimasyarakat, hingga ia sempat diundang di acara Hitam Putih Deddy Corbuzier, Trans 7.

Disamping itu, Muhammad Nida’uddin Ketua Umum Relawan BPK Majta, Mengaku sangat setuju dengan adanya pembagian zonasi yang sudah disepakati.

“Setuju saja, kita mengikuti aja sesuai aturan apa ujar pemerintah. Seperti pesan guru kita (Guru Zuhdi),” tuturnya.

Menurut dia, sistem pembagian zonasi wilayah itu sudah bagus. Namun, hanya soal sosialisasi pembinaan yang masih kurang disampaikan. (Ilh)

Simak Penjelasan Kai Penjelajah di YouTube Channel Info Banjarmasin :

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply