Connect with us

infobanjarmasin.com

UKM SSD ULM bakal Gelar Teater, Angkat Kisah ‘Ritus Head Hunter, The Story Of The Djongkang’

Published

on

Konferensi pers teater ‘Ritus Head Hunter, The Story Of The Djongkang’ di Gedung Baru Fisip ULM Banjarmasin, pada Senin (29/8/2022).

infobanjarmasin.com, BANJARMASIN – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) bakal menggelar acara teater.

Mengangkat sebuah sejarah tradisi suku Dayak di Kalimantan, yaitu Ngayau (Tradisi Penggal Kepala) yang akan disajikan melalui penampilan teater musik dan tarian yang mengambil kisah ‘Ritus Head Hunter, The Story Of The Djongkang’.

Pementasan ini nantinya bakal berlangsung di Gedung Balairung Sari Taman Budaya, Kota Banjarmasin, pada tanggal 17 September 2022 mendatang.

Direktur Penggarap Cerita, Alfiandri Yulfa menuturkan bahwa yang melatar belakangi pentas ini, merupakan lanjutan dari legenda ‘tanah Djangkang’ tapi lebih berfokus pada tradisi seluruh suku dayak.

“Segi filosofi mengapa kepala bisa di jadikan tumbal, kemudian ada budaya mangkok merah dan lain sebagainya. Termasuk, ada perjanjian Tumbang Anoi, dimana semua suku dayak sudah berhenti melaksanakan tradisi ngayau,” katanya saat acara konferensi pers media di Gedung Baru Fisip ULM Banjarmasin. Senin (29/8/2022).

Ia menjelaskan bahwa, dirinya terkesan mengangkat sebuah kisah yang berkaitan dengan Suku Dayak. Hal itu dari segi seni dan budaya menurutnya jauh akan lebih menarik untuk di ulik.

“Jika dikombinasikan dengan kesenian, bakal sangat menarik, semata-mata saya ingin mengenalkan kepada seluruh masyarakat luas, bahwa suku Dayak tidak semenyeramkan yang mereka bayangkan” ujar pria yang akrab disapa bang Aceh itu.

Dari kisah ini, Aceh menyebut, pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin tak menghilangkan unsur cerita yang diangkat di dalamnya walaupun dengan konsep kontemporer alias kekinian.

“Jadi semuanya sudah diperhitungkan, mulai dari tari sampai musik yang benar-benar artistik, dan teaternya memakai properti yang bersifat simbolik,” tutur Aceh.

Selain itu, sejauh ini acara itu juga sudah disiapkan sekitar 4 bulan secara matang, yang melibatkan 35 orang dalam pementasan acara ini.

Kemudian, kegiatan ini nantinya akan dibuka dengan dua sesi yang berbeda, yaitu sore pukul 17.00 dan malam pukul 22.00 Wita.

Untuk harga tiket Rp 40 ribu, yang pembeliannya sudah dibuka sejak tanggal 25 Agustus 2022 ini.

Pembelian tiket juga bisa akses melalui :

(Puja/M)

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply