Pencarian Berakhir, Bocah Korban Dugaan Serangan Buaya Ditemukan 150 Meter dari Lokasi Kejadian

Tim SAR gabungan mengevakuasi korban yang ditemukan di Sungai Kupang, Desa Sungai Kupang, Kabupaten Kotabaru, Selasa (15/7/2026), setelah operasi pencarian yang melibatkan sejumlah unsur SAR.

infobanjarmasin.com, KOTABARU – Operasi pencarian terhadap Dani (8), anak yang diduga diterkam buaya di Sungai Kupang, Desa Sungai Kupang, Kecamatan Kelumpang Hulu, Kabupaten Kotabaru, resmi berakhir setelah Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban pada Selasa (15/7/2026) sore.

Korban ditemukan sekitar pukul 15.23 WITA dalam kondisi meninggal dunia, sekitar 150 meter dari lokasi awal kejadian. Setelah dievakuasi, jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka.

Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian kemudian dinyatakan selesai dan seluruh unsur SAR kembali ke satuan masing-masing.

SAR Mission Coordinator (SMC) I Putu Sudayana mengatakan keberhasilan operasi tersebut tidak lepas dari kerja sama seluruh unsur SAR gabungan yang sejak pagi melakukan penyisiran di Sungai Kupang menggunakan rubber boat dan peralatan pendukung lainnya.

“Operasi SAR berhasil dilaksanakan berkat kerja sama seluruh unsur SAR gabungan yang bekerja secara maksimal di lapangan. Meskipun korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, kami berharap proses evakuasi ini dapat memberikan kepastian bagi keluarga. Kami turut menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban atas musibah ini,” ujarnya.

Dalam operasi tersebut, tim gabungan yang terdiri dari Pos SAR Kotabaru, Polsek Kelumpang Hulu, Koramil Kelumpang Hulu, BPBD Kabupaten Kotabaru, aparat desa, dan masyarakat setempat harus menghadapi tantangan berupa keberadaan satwa liar di sekitar lokasi pencarian. Meski demikian, cuaca yang cerah membantu memperlancar proses penyisiran.

Usai proses evakuasi, I Putu Sudayana juga mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan sungai yang menjadi habitat buaya, terutama dalam mengawasi anak-anak.

“Kami mengingatkan masyarakat, khususnya para orang tua, agar selalu mengawasi anak-anak ketika berada di sekitar sungai serta menghindari aktivitas yang berpotensi membahayakan keselamatan. Kesadaran terhadap potensi ancaman satwa liar menjadi langkah penting untuk mencegah kejadian serupa terulang,” katanya.

Dengan ditutupnya operasi ini, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin berharap masyarakat semakin meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di perairan yang berpotensi menjadi habitat satwa liar demi mencegah terulangnya kejadian serupa.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *