infobanjarmasin.com, BANJAR – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banjarmasin bergerak cepat menurunkan tim rescue setelah menerima laporan seorang pria diduga tenggelam di Sungai Martapura, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Selasa (21/7/2026).
Korban diketahui bernama Dillah (20), warga Desa Keliling Benteng Ulu. Informasi kejadian diterima Basarnas sekitar pukul 18.30 WITA dari anggota Polsek Martapura Barat. Menindaklanjuti laporan tersebut, satu tim rescue yang terdiri atas enam personel langsung diberangkatkan menuju lokasi dengan membawa sejumlah peralatan pencarian dan penyelamatan.
Setibanya di lokasi, Tim SAR Gabungan segera melakukan asesmen dan menyusun strategi pencarian. Operasi melibatkan Basarnas Banjarmasin, Polsek Martapura Barat, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Banjar, Emergency Banjar Response (EBR), serta masyarakat setempat.
SAR Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana, mengatakan seluruh unsur yang terlibat berkomitmen mengoptimalkan pencarian hingga korban ditemukan.
“Tim SAR Gabungan telah melaksanakan operasi sesuai prosedur dengan mengerahkan personel dan peralatan yang dibutuhkan. Kami akan terus melakukan pencarian secara maksimal dengan memperhatikan aspek keselamatan seluruh personel di lapangan,” ujarnya.
Berdasarkan informasi yang diterima petugas, korban terakhir kali terlihat sekitar pukul 16.00 WITA berada di tepi Sungai Martapura dalam kondisi diduga dipengaruhi minuman beralkohol. Tidak lama kemudian korban menceburkan diri ke sungai dan tenggelam. Warga sempat melakukan pencarian secara mandiri, namun upaya tersebut belum membuahkan hasil sehingga kejadian dilaporkan kepada Basarnas.
Dalam operasi ini, Tim SAR Gabungan mengerahkan rubber boat, peralatan water rescue, Aqua Eye, dua set peralatan selam, perangkat komunikasi, serta perlengkapan pendukung lainnya untuk memaksimalkan pencarian di sepanjang aliran sungai.
I Putu Sudayana juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan perairan dan segera melaporkan apabila terjadi kondisi darurat agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.
“Kami juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama menghindari kondisi yang dapat membahayakan diri sendiri. Apabila terjadi keadaan darurat, segera laporkan kepada Basarnas agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin,” katanya.
Hingga informasi ini disampaikan, korban masih dalam pencarian. Tim SAR Gabungan akan melanjutkan penyisiran di permukaan Sungai Martapura serta mengoptimalkan penggunaan peralatan pendukung untuk mempercepat proses pencarian.






