infobanjarmasin.com, JAKARTA – Fokus penguatan layanan jemaah haji Indonesia mulai dimatangkan seiring diberangkatkannya ratusan petugas ke Arab Saudi.
Sebanyak 322 Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) bertolak pada Sabtu (18/4/2026) sebagai bagian dari tim Daerah Kerja (Daker) Madinah yang akan mengawal fase awal kedatangan jemaah di Tanah Suci.
Direktur Jenderal Pengendalian Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Harun Al Rasyid, menegaskan bahwa kualitas pelaksanaan haji sangat ditentukan oleh pengendalian di lapangan.
“Baik buruknya pelaksanaan haji ini tergantung bagaimana kita mengendalikan. Kalau berhasil, maka pengendaliannya berhasil,” ujarnya.
Ia juga meminta petugas untuk aktif mengawasi dan cepat merespons persoalan yang dihadapi jemaah.
“Sebelum keberangkatan, para petugas telah mengikuti pembekalan intensif di Asrama Haji Jakarta sejak Jumat (17/4/2026),” jelasnya.
Adapun dalam kegiatan tersebut, mereka dibekali kesiapan teknis serta skema penugasan, termasuk menghadapi fase puncak haji.
Sementara itu, Direktur Bina Petugas Haji Reguler, Chandra Sulistio Reksoprodjo, mengingatkan bahwa tantangan terbesar akan terjadi saat fase Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).
“Siapkan fisik dengan baik, kegiatan di lapangan membutuhkan stamina yang kuat, terutama saat fase Armuzna,” pesannya.
Sementara itu, Kasatop Armuzna dan Linjam, Laksma Harun Arrasyid, menjelaskan bahwa petugas akan ditempatkan di sejumlah titik strategis seperti Mina dan jalur menuju Jamarat.
Ia menyebutkan penempatan dilakukan di pos-pos ad hoc untuk memastikan kelancaran pergerakan jemaah.
“Penempatan dilakukan di pos-pos ad hoc serta jalur pergerakan jemaah untuk memastikan mobilitas berjalan lancar,” ujarnya.
Ia menambahkan, petugas juga akan digerakkan secara dinamis ke titik-titik krusial, termasuk di Arafah, guna mengurai kepadatan jemaah.
Dengan rampungnya pemberangkatan ini, seluruh petugas diharapkan sigap dan adaptif dalam menjaga kualitas layanan haji Indonesia.






